Oke saya ingin membagikan cerpen hasil karya anak bangsa di blog ini, Mohon saran dan kritik kalian. Dan selamat menikmati cerpen saya
Asiknya Gunung Bromo
Doni Iskandar, Doni nama panggilannya. Doni adalah cowok paling populer di sekolahnya. Wajar dia mempunyai wajah yang tampan, tinggi dan berbadan atletis. Semua orang yang ada di sekolahnya tahu dengan dirinya. Selain itu dia adalah anak orang kaya. Ibunya bekerja di perusahaan besar di Jepang dan ayahnya seorang direktur industri di Jerman. Ayah dan Ibunya jarang sekali pulang, paling tidak cuma setahun sekali pulang ke Indonesia.Sekarang Doni tinggal bersama pamannya, pamannya hanya bekerja sebagai tukang kebun di perkebunan teh milik ayah temannya Doni.
Pada suatu ketika Doni bersama teman sekolahnya pergi ke Gunung Bromo. Ucup, budi dan Juki adalah teman sekolahnya yang biasa mendaki Gunung Bromo. Tujuan mereka hanya mencari udara segar dan mencuci mata melihat keelokan panorama di puncak Gunung Bromo. Mereka pergi pada pukul 2 pagi dengan bus pariwisata dengan jurusan Jakarta – Yogyakarta. Budi baru kali ini mencoba mendaki di gunung bromo dan ia sempat menanyakan bagaimana asiknya mendaki gunung kepada temannya.
“Eh kalian udah pernah mendaki di gunung Bromo kan?” Tanya doni
“Sudah dong!” Jawab mereka kompak
“Gimana track yang kalian hadapi?” tanya doni dengan semangat
“Susah bro tracknya, di kaki gunung bromo aja kita hampir kepeleset, disana banyak tanah yang licin banyak hewan berisik” Kata Ucup
“Hmm..” Pikir Doni sejenak
“Kenapa doni? Kayak orang pesimis aja” Tanya Juki dengan keheranan
“Nggak apa apa, oh iya dari jakarta ke yogyakarta berapa jam?”
“ mungkin 10 Jam” Jawab Ucup
Mereka tidur di mobil pariwisata kecuali Doni. Ucup dan Juki tertidur dengan gaya tidur menyender di kursinya dan Budi tertidur dengan sedikit aneh, ia tertidur di bahu doni dan tidak sengaja pula budi meneteskan air liur yang keluar dari mulutnya. Doni tersentak kaget yang sedang melamun di kaca jendela mobil melihat baju kebesarannya berlambangkan superman di tetesi air liur
“Eh sialan nih anak, udah tiduran di bahu eh malah netesin air liur!” Doni yang sedang marah
“Ada apa’an nih?” Tanya ucup
“Nih anak, kayak enak bener netesin air liur” Doni semakin kesal
“Udah, maafin aja kan cuma setetes doang liurnya” Seru ucup yang masih mengantuk
“Hmm, iya tapi jijik loh kalo liur kek ginian” gerutu doni
Doni terus menggerutu, Budi tidur dengan tenang dan semuanya hanya hening karna doni marah tidak jelas. Sesampai di kaki gunung bromo dan pada saat itu cuaca gerimis, mereka makan roti coklat dan teh panas yang mereka bawa dari rumah, doni hanya melongo melihat keelokan gunung Bromo.
“Bro, lu tau nggak kalo lu tadi ngiler di bahu doni?” Kata ucup yang sedang menghirup teh hangat
“Hahaha, beneran? Nggak sadar gua tadi soalnya nyenyak banget tidur di bahu Doni” Juki hanya tertawa
Mereka melanjutkan perjalanan mereka dengan jalanan yang licin karna cuaca tak bersahabat. Mereka sangat berhati-hati berjalan. Dan Doni tersentak karna ada yang menggigit kaki doni
“Arghh.. Gila kaki gua” Jerit kesakitan Doni
“Apaan woy?” Seru Budi
“KAKI GUAA!!!” Doni terus teriak kesakitan
“Ehh, itu kakinya bedarah bro” Kata ucup sambil melihat kaki doni dari kejauhan
“Iya, Cepat ambilkan perban sama antiseptik yang ada tas gua!” Juki semakin panik
“Nih broo” Budi memberi perban yang ada di tas Juki
“Cepetan ntar darahnya keluar semua” Teriak Doni
“Eh itu cuma luka kecil, lebay banget lu” Jawab Juki
Juki lalu memberi obat merah dan memperban kaki doni yang bedarah tadi, kata Juki itu gigitan Semut, tapi ajaibnya semut bisa melukai kaki manusia sampai berdarah. Lukanya tidak parah, Cuma luka kecil. Selesai mengobati kaki Doni, mereka melanjutkan perjalanan dan sesampai disana mereka sangat senang. Semuanya hanya tersenyum melihat Indahnya dari atas ketinggian gunung. Doni berteriak sekuat-kuatnya dengan teriakan “Cihuuyy”.
Karya : Muhammad Agung Maulana